Mercedes Salahkan Software Yang Berakibat Kekalahan F1 di Australia

Mercedes Salahkan Software Yang Berakibat Kekalahan F1 di Australia

Mercedes Salahkan Software Yang Berakibat Kekalahan F1 di Australia

Dunia balapan mobil atau Formula 1 memang tiada matinya dimana para pembalap unjuk kebolehan dan memperebutkan piala serta popularitas. Pada saat turnamen balapan F1 yang diselenggarakan di Australia kemarin, Lewis Hamilton mengalami kekalahan tak terduga dan cukup membuat kecewa para penonton. Banyak yang memprediksi dirinya mampu menang dan menduduki juara tetapi pada akhirnya harus menerima kekalahan karena didahului oleh pembalap lain.

Pada awalnya Hamilton mampu memimpin pertandingan saat paruh awal dengan mobil yang melaju dengan baik. Akan tetapi beberapa saat kemudian langsung disalip begitu saja oleh Sebastian Vettel. Pembalap yang berhasil melaluinya tersebut melakukan pitstop saat berada di tengah-tengah periode Virtual Safety Car atau VSC. Ia berhasil menyusul ketika mobil Haas milik pembalap Romain Grosjean berhenti dan pada akhirnya menyalip Vettel dengan kecepatan tinggi.

Beberapa detik setelah Vettel berada lebih depan darinya, Hamilton terkejut sekaligus merasa sangat marah. Sempat terdengar beberapa kalimat serta reaksi kesal yang keluar dari mulutnya melalui radio. Sedangkan Toto Wolff selaku Team Principal Mercedes malah mengungkapkan argument yang sangat mengejutkan. Pasalnya, ia sendiri menyalahkan adanya kesalahan pada sistem software sehingga membuat pembalap andalannya menjadi kalah dan mampu tersalip jauh oleh lawannya. Menurutnya, telah terjadi masalah serius pada bagian software yaitu mengenai ketidaktepatan perhitungan mengenai delta atau waktu yang sangat dibutuhkan Hamilton agar bisa kembali mendahului Vettel. Karena perhitungan salah inilah pembalap Mercedes berakhir kalah padahal sudah berada jauh di urutan depan dan bisa diprediksi memenangkan pertandingan kala itu. Kejadian tersebut sangat disayangkan oleh para penggemar bahkan pihak Mercedes sendiri karena merasa ada hal kurang beres sehingga membuat Hamilton tertinggal cukup jauh.

Saat diwawancarai, Wolff mengatakan jika mereka sebelumnya sudah berfikir mempunyai jarak keunggulan sekitar 3 detik dan dicek di komputer. Akan tetapi entah bagaimana perhitungannya menjadi kurang akurat sehingga Hamilton tidak bisa memperkirakan waktu dengan maksimal. Ia juga menambahkan inti sekaligus penyebab gagalnya sang pembalap adalah karena adanya kesalahan pada sistem. Sebenarnya mereka membutuhkan waktu sebanyak 15 detik agar bisa unggul lebih depan. Akan tetapi pada kenyataannya mereka memperkirakan hanya 12 detik saja dan akhirnya waktu tersebut tidaklah cukup. Wolff menyatakan pihaknya kurang memperhitungkan mengenai situasi rombongan mobil selama balapan berlangsung software bermasalah harus segera diperbaiki agar tidak terjadi lagi kekalahan seperti kemarin. Hal tersebut membuat sistem pada software tidak bisa mengukur jarak secara akurat. Inilah yang kemudian membuat Hamilton salah dalam mengambil langkah sehingga mengalami kekalahan padahal sudah berada di garis depan.

Adanya kejadian tersebut, pihak tangkasnet dari Mercedes menyimpulkan apabila perhitungan menggunakan pemrograman serta Aligaritma yang dimasukkan ke dalam komputer saja tidaklah cukup. Untuk memperkirakan waktu, jarak, dan kecepatan diperlukan pertimbangan berdasarkan berbagai macam faktor seperti tanda lampu hijau, situasi rombongan mobil, dan lain sebagainya. Dengan menggabungkan hal-hal utama tersebut maka perhitungan bisa dilakukan lebih akurat lagi. Selain itu, Mercedes sebaiknya mampu belajar dari kesalahan agar kembali mengecek keakuratan software serta perangkat komputer yang dipakai selama pertandingan balapan berlangsung. Meskipun merupakan teknologi canggih tetapi jika sistemnya sedang error atau terganggu maka bisa mempengaruhi hasil analisis ataupun perhitungan yang telah dibuat. Berawal dari perkiraan waktu 12 detik ternyata tidak cukup untuk membuat Hamilton menyabet kembali posisi awal yaitu berada di depan Vettel.

Sumber: https://id.motorsport.com/f1/news/berita-f1-kalah-di-australia-mercedes-salahkan-software-1018645/