Kepiting Nyinyir Banjir Order Dengan Bantuan Andro & Medsos!

Tidak ada tempat untuk makan seketika di lokasi jual Kepiting Nyinyir. Apalagi titik Instagramable untuk menarik konsumen. Pemiliknya punya taktik berbeda agar bisnis kuliner hal yang demikian berkembang.

Hanya bermodal tempat masak dan media sosial, Kepiting Nyinyir cakap meraih omzet kisaran Rp 400 juta tiap-tiap bulan. Brand hal yang demikian belum lama ini memenangi penghargaan Go-Jek Award 2017 sebagai item yang paling banyak diorder lewat aplikasi Go-Food. Otak di balik kesuksesan bisnis masakan inovatif hal yang demikian adalah Gilang Margi Nugroho dan Rachman Abdul Rahim. Duo owner itu merupakan teman SMP.

Gilang mengisahkan, inisiasi bisnis kuliner kepiting datang dari dirinya. Semenjak kuliah, ia memang suka berwirausaha melewati media sosial, khususnya Instagram. “Wah, pokoknya jualan apa aja pernah. Pernah jualan jus, pakaian muslim, jasa desain, hingga celana dalam cowok-cewek. Melainkan, aku cuma jadi reseller, enggak produksi sendiri,” tutur Gilang ditemui di outlet utama Kepiting Nyinyir di kawasan Duren Sawit, Jakarta, pekan lalu (17/1).

Pria 28 tahun itu mengaku mendapatkan banyak ilmu cara sukses berbisnis online. Di sisi lain, Gilang mulai jenuh hanya menjadi reseller produk orang lain. Nah, dari situlah, ia tercetus gagasan untuk membikin produk sendiri yang orisinal. Langkah pertama ialah mencari produk bisnis yang ideal. Gilang memilih bisnis kuliner.

Baca juga: Punya Empat Kamera Canggih Ini Dia Kelebihan Evercoss U50A Max

Untuk memastikan produk bisnisnya, tamatan jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti hal yang demikian mengerjakan riset menyeluruh. Terpenting jenis makanan dengan posting traffic tertinggi di Instagram.

Alhasil adalah makanan olahan daging dan seafood. Instagramer pada umumnya hingga food blogger menyukai mem-posting dua macam makanan hal yang demikian.

Gilang akhirnya memilih olahan seafood dengan main product kepiting. Selain kepiting, ada cumi, udang, kerang, dan jagung manis. “Itu seluruh digabung jadi satu,” jelasnya.

Gilang menggandeng kawan lamanya, Rachman, untuk langsung menangani keuangan. Untuk permasalahan racikan kuliner Kepiting Nyinyir, ia dibantu seorang rekannya yang yakni chef sebuah hotel ternama.

Nama Kepiting Nyinyir dipilih lantaran Gilang dan Rachman berkeinginan produk mereka banyak dinyinyirin alias didiskusikan orang.

Sajian Kepiting Nyinyir cukup unik. Memadukan kepiting, cumi-cumi, udang, dan jagung dalam satu porsi dengan beragam pilihan saus atau bumbu. Kisaran harga per porsinya Rp 38 ribu hingga Rp 295 ribu. Soft Shell Crab Exporter Indonesia

Ia mengucapkan, mereka merogoh kocek sekitar Rp 3 juta sebagai modal permulaan. Duit hal yang demikian digunakan untuk memproduksi puluhan porsi makanan kepiting. Gilang dan Rachman punya sistem unik sebagai upaya promosi. Mereka membuat acara soft opening Kepiting Nyinyir dengan mengundang 30 teman yang cukup aktif di media sosial. “Kami ajak mereka makan free di sebuah resto gitu. Terus, kami meminta posting dikala mereka lagi makan plus kasih comment di Instagram,” ujar Rachman.

Sistem berbeda tersebut berhasil. Cuma dalam dua hari, Kepiting Nyinyir telah balik modal. Semenjak dikala itu, jumlah orderan terus melonjak. Dari awalnya cuma belasan porsi per hari menjadi 80 hingga 100 porsi per hari.

Rachman dan Gilang bahkan menyadari, untuk memenuhi jumlah permintaan yang terus bertambah, tak bisa hanya mengandalkan satu daerah produksi. Permulaan Januari lalu, keduanya membuka cabang di Bintaro, Tangerang Selatan.

Sumber: